Wednesday, March 29, 2017

Mengenal rhesus negatif dan resikonya

Apa itu Rhesus?
Rhesus merupakan penambahan faktor berupa positif dan negatif setelah mengetahui penggolongan darah A/B/AB/dan O.
Faktor rhesus dapat dilihat  ada atau tidak adanya antigen-D. Orang yang dalam darahnya mempunyai antigen-D disebut rhesus positif (Rh +), sedang orang yang dalam darahnya tidak dijumpai antigen-D, disebut rhesus negatif (Rh-).
Mengetahui faktor rhesus pada golongan darah sangatlah penting, hal ini dikarenakan berkaitan dengan inkompabilitas atau ketidakcocokan rhesus. Secara umum orang dengan faktor Rh- tidak mengenal antigen D sehingga jika sel darah merah rhesus positif bercampur dengan negatif maka tubuh akan memproduksi antibodi terhadap antigen D dan sifatnya akan menetap dalam tubuh. Sehingga ketika sel darah rhesus positif masuk kembali ke dalam tubuh rhesus negatif maka akan menghancurkan sel darah merah tersebut dan bisa berakibat fatal.

Faktor resiko inkompabilitas?
- Transfusi darah: Penerima Rh- (negatif) dan pendonor Rh + (positif)
- Kehamilan dengan janin Rh +

Permasalahan yang timbul jika terjadi inkompabilitas rhesus?

- Transfusi darah:
Jika terjadi inkompabilitas rhesus pada transfusi darah hal yang berakibat pada penerima donor akan terjadinya penghancuran  sel darah rhesus positif sehingga bisa menyebabkan toxic / keracunan pada tubuh penerima donor.
- Kehamilan:
Ibu rhesus negatif yang mengandung janin rhesus positif akan meningkat resiko inkompabilitas pada saat  kejadian sebagai berikut;  keguguran, pendarahan, serta  proses persalinan.
Ibu Rh- yang belum pernah terpapar (belum punya antibodi terhadap sel darah merah Rh +)
Pada saat akhir kehamilan atau proses persalinan beresiko sel darah merah anak (Rh+) masuk ke dalam sirkulasi darah ibu sehingga ibu membentuk antibodi Rh+ dalam hal ini anak pertama  biasanya normal / anemia ringan, namun pada saat kehamilan kedua Ibu sudah mempunyai antibodi Rh+ dan apabila hamil anak dengan Rh+ lagi, maka antibodi ibu akan langsung menghancurkan sel darah merah janin dan menyebabkan hemolytic of disease of newborn (HDN).

Apa itu HDN (Hemolytic Disease of Newborn)?
Adalah merupakan suatu kondisi dimana terjadi ketika jenis darah ibu dan bayi tidak kompatibel (darah ibu Rh negatif dan bayi Rh positif). Bayi yang lahir dengan HDN mungkin menderita penyakit kuning, anemia, atau memiliki kerusakan permanen pada otak dan sistem saraf pusat. Gejala-gejala ini dapat menyebabkan keterbelakangan mental, gangguan pendengaran, atau cerebral palsy bahkan paling fatal adalah kematian pada janin atau bayi.

Mencegah terjadinya inkompabilitas rhesus?

  • Kenali rhesus anda dari sedini mungkin
  • Konsultasikan ke dokter jika anda memiliki faktor rhesus negatif
  • Meminimalisasi terjadinya resiko pencampuran darah atau transfusi darah
  • Pemberian injeksi immunoglubulin anti D (HyperRHO D) pada minggu ke 28 kehamilan dan 72 jam setelah melahirkan.
Mekanisme kerja HyperRHO D

HyperRho bekerja dengan cara menekan respon imun individu Rh0(D) negatif terhadap sel darah merah Rh0(D) positif
Jika pemberian, HyperRHO S/D Full Dose injection tepat waktu: 
  • Menghancurkan sel Rh positif di tubuh si ibu 
  • Mencegah sistem imun ibu menghasilkan antibodi Rh positif
  • Melindungi bayi dari HDN (hemolytic disease of the newborn)


No comments:

Post a Comment