Tuesday, November 26, 2013

Fakta ketidaksuburan atau infertility pada pasangan


Kehamilan merupakan hasil suatu proses yang memiliki beberapa tahapan.
Untuk hamil:
 Wanita harus mengeluarkan ovum (sel telur) dari salah satu ovarium (“ovulation”).
 Ovum harus melalui fallopian tube menuju uterus
 Sperma pria harus membuahi ovum sepanjang perjalanan tadi.
 Ovum yang sudah dibuahi harus menempel didalam uterus (“implantation”).
Kemungkinan wanita memiliki anak menurun setiap tahun, setelah berusia 30 tahun.
Infertility berarti tidak bisa hamil setelah setahun mencoba melakukan hubungan badan secara rutin
 Atau setelah enam bulan jika wanita tersebut berusia 35 tahun atau lebih.
 Wanita yang bisa hamil namun tidak mampu mempertahankannya bisa juga infertile.
Infertility merupakan masalah biasa bagi sekitar 15% pasangan.
Apakah infertility hanya masalah wanita ?
 Tidak.
 Sekitar sepertiga kasus disebabkan oleh wanita.
 Sepertiga lainnya disebabkan oleh pihak pria.
 Sisanya disebabkan oleh campuran masalah wanita - pria yang tidak diketahui penyebabnya.

Data from Department of Health, UK (Regulated fertility services: a commissioning aid – DoH, June 2009)



Penyebab infertility pada pria? 
Merupakan hal biasa namun pria tidak mau percaya. Pria mulai menyadari ketika mereka ingin menjadi ayah. Penyebab utama adalah rendahnya kualitas semen yang meliputi :
  • Rendahnya jumlah sperma /produksi sperma < 20 juta per mL
  • Buruknya pergerakan sperma/motilitas 
  • Buruknya morphology (bentuk) hingga sperma tidak mampu penetrasi ke ovum.
Faktor lain yang meningkatkan resiko infertility pada pria: 
  • Kesehatan & gaya hidup 
  • Banyak mengkonsumsi alkohol 
  • Merokok 
  • Usia
  • Gondong, sakit ginjal, diabetes, masalah hormon 
  • Pengobatan/ Kemoterapi 
Penyebab infertility pada wanita?
Biasanya disebabkan masalah ovulasi (keluarnya sel telur/ovum dari ovarium). Masalah ovulasi yang sering disebabkan oleh polycystic ovarian syndrome (PCOS) – suatu masalah ketidak seimbangan hormon yang mempengaruhi ovulasi normal yang ditandai dengan:
  • siklus menstruasi yang tidak teratur
  • resistensi insulin
  • hyperandrogen
  • hirsustism - tumbuhnya rambut pada wanita yang tidak diinginkan/pada tempatnya
  • hyperinsulinemia
Faktor yang meningkatkan resiko infertility pada wanita?
  • Usia 
  • Merokok 
  • Terlalu banyak minum alkohol 
  • Stres 
  • Diet yg salah 
  • Atlet / Olahragawan 
  • Terlalu gemuk atau terlalu kurus 
  • Sexually transmitted infections (STIs)
Perawatan Infertility:
Meliputi pengobatan, operasi, inseminasi buatan, atau assisted reproductive technology (ART) secara tersendiri maupun kombinasi.
Perawatan populer untuk pria:
a) Masalah Seksual: Terapi tingkah laku dan/atau pengobatan untuk impotensi atau ejakulasi dini.
b) Operasi
 Perawatan populer pada wanita:
a) Pengobatan untuk masalah ovulasi: - Oral Clomiphene citrate: Bekerja pada pituitary gland, acap digunakan pada PCOS.
- Injeksi Human menopausal gonadotropin or hMG: Bekerja langsung di ovarium untuk merangsang ovulasi Injeksi Follicle-stimulating hormone or FSH
- Injeksi/ Nasal Spray (semprot) Gonadotropin-releasing hormone (Gn-RH) analog: Bekerja pada pituitary gland untuk merubah masa ovulasi tubuh.
b) Metformin: Digunakan (tunggal atau kombinasi dengan Clomiphene Citrate atau FSH) pada resistensi insulin dan/atau PCOS untuk menurunkan kadar hormon pria yang tinggi pada wanita dengan kondisi tersebut.
c) Bromocriptine: Digunakan pada wanita dengan masalah ovulasi karena tingginya kadar prolactin.
d) Operasi: untuk membantu masalah fisik.

PERHATIAN: Obat-obatan infertility seringkali memberi peluang kepada wanita untuk melahirkan bayi kembar (2, 3 atau lebih). Wanita yang mengandung bayi kembar menghadapi lebih banyak masalah selama kehamilan

14 comments responses to Fakta ketidaksuburan atau infertility pada pasangan:

  1. Infertilitas pada pria mungkin disebabkan juga karena usia ya soB ? Tapi katanya menikah pada usia yang lebih tua lebih baik dan dewasa. Tapi dari segi intertilitas sangat beresiko.

    December 24, 2013 at 10:16 AM
  2. wah makasih sob udah berbagi

    December 27, 2013 at 8:02 AM
  3. terima kasih gan informasinya, memberikan pengetahun kita untuk menjaga kesehtan

    January 8, 2014 at 3:25 PM
  4. itha uphy
    Said

    Kalo obat-obatan infertibility dapat memberikan peluang kelahiran kembar, sepertinya saya salah satu orang yang tertarik dengan obat itu gan. Punya anak kembar pasti akan sangat menyenangkan.

    January 12, 2014 at 8:35 PM
  5. abdisr
    Said

    yang begini bahaya gan

    January 13, 2014 at 2:10 PM
  6. Terima kasih kang sharingnya ...

    January 13, 2014 at 9:18 PM
  7. @ Muh Hendrik: lebih banyak di sebabkan oleh oxidative stress, kalau untuk wanita ada korelasi dengan usia, karena terjadinya fungsi alat reproduksi menurun seperti ovarium, servixs, uterus dll

    January 15, 2014 at 5:35 PM
  8. fajri
    Said

    Kalo kondisi anak cacat secara mental itu dipengaruhi infertility juga ga yah mas?

    January 22, 2014 at 4:15 AM
  9. @fajri : multifaktorial kang

    January 24, 2014 at 9:22 AM
  10. Gunver
    Said

    baru tahu kalo ada ukuran mili juga hehehe
    manfaat mas,,

    April 22, 2014 at 5:57 AM
  11. ternyata ketidak suburan itu terjadi pada kedua belah pihak ya mas, bisa dari wanita bisa juga pria nya. terima kasih informasinya..

    April 22, 2014 at 9:29 AM
  12. berdasarkan penelitian lain, masalah kehamilan itu di tentukan oleh 60% wanita. 40% pria. Kenapa wanita lebih banyak. karena ovum cuman satu. Jika dia bermasalah. sudah. sperma itu beratus juta. satu mati yang lain mengganti. he2. Nice info!

    April 24, 2014 at 3:17 PM
  13. akbar
    Said

    semoga kelak saya termasuk orang yg berhuntung mendapatkan titipan ALLAH berupa anak :)

    April 26, 2014 at 2:49 AM
  14. Yup, selama ini yang selalu dituduh atau dikambinghitamkan mandul kan kaum hawa, nyatanya lewat artikel di atas, semuanya sudah jelas, cuman mungkin butuh sosialisasi pengetahuan kepada segenap lapisan masyarakat dari departmen terkait agar masyarakat mengerti.

    May 6, 2014 at 1:00 PM

Post a Comment